assalaamu'alaikum...semoga Sylvasari tetap jaya dan istiqomah serta semoga selalu fresh...
hanya meneruskan dari email seorang mbak..
ana teringat ketika kita ditanya kabar...
'apa kabar hari ini?'
'alhamdulillah.... luar biasa..allahuakbar!!'
seakan menggema di seluruh ruangan... tapi, apakah itu bemnar2 membekas dalam jiwa?
bukankah ada kisah seorang sahabat Rasul...ana lupa namanya...
ketika itu, sahabat tsb bertemu Rasulullah..
layaknya seorang ikhwah bertemu dengan ikhwah lainnya, beliau saw menyapa..'apa kabar saudaraku?'
emang kayaknya pertanyaannya biasa aja...nanyain kabar..tapi dengarkan apa jawaban sahabat ra tsb..
'hari ini ana penuh dengan semangat iman wahai Rasulullah..'
subhanallah...
hidup ini akan semakin indah jika kita saling menasihati, saling menguatkan...
ikhwah fillah, bersemangatlah selalu
semoga Allah meneguhkan langkah kita di jalanNya.
Isyhadu Ana Muslimun
Aku ingin ber-Islam sesuai pemahaman salafush shalih,
Tapi jika aku tak pernah ikut ta’lim di ustadz-ustadz kalian, apakah aku juga bisa disebut sebagai salafi?
Aku ingin agar Islam ini tegak diseluruh aspek dengan syumuliyatul Islam-nya,
Tapi jika aku tak pernah ikut halaqah-halaqah kalian, apakah aku juga bisa disebut sebagai ikhwanul muslimin?
Aku ingin agar khilafah Islam berdiri tegak beserta syariatnya,
Tapi jika aku tak pernah ikut aksi-aksi kampanye kalian, apakah aku juga bisa disebut sebagai Hizbut Tahrir?
Aku ingin memakmurkan masjid dan akupun berdakwah agar orang-orang memakmurkan masjid,
Tapi jika aku tak pernah ikut khuruj bersama kalian, apakah aku juga bisa disebut sebagai Jamaah Tabligh?
------------ ---
Aku bertanya, apakah aku pun harus ikut menjadi bagian dari mereka agar mendapat Ridha-Nya?
Kenapa pula aku harus minta disebut sebagai salafi, ikhwani, hizbut tahriri, atau tablighi?
Tidak bisakah aku menjadi seseorang yang Ber-Islam dengan Al Quran dan As Sunnah sesuai pemahaman salafush shalih tanpa perlu mempermasalahkan akan dipanggil apa aku oleh kalian?
Apalagi hantam sana-sini katakan itu bid’ah, haram, tidak thaifah manshurah, masuk firqatun dlalalah, padahal itu masalah-masalah furu’, khilafiyah, bahkan ada pula yang fitnah!
Tapi kemudian aku tahu,
Surga bukan milik satu jamaah, Bukan ustadzmu, bukan pula kau yang menentukan siapa yang berhak masuk Surga. Karena aku tahu, bahwa seorang pelacur-pun bisa masuk surga karena ia memberi minum anjing yang kehausan.
Ketahuilah bahwa satu pintu surga itu panjangnya lebih dari satu negara, alangkah naifnya jika hanya jamaah-mu saja yang berhak masuk? Betapa sedikitnya?
Ya ayyuhal ikhwah, apakah kalian sudah memiliki kunci surga sehingga kalian mengatakan diri kalian, jamaah kalian, atau ustadz-ustadz kalian adalah orang yang suci lagi ma’shum?
Ketahuilah bahwa Umar pun ditegur rakyatnya terang-terangan!
Ketahuilah bahwa Umar pun juga bisa melakukan kesalahan, meski ia telah dijamin Surga!!
Ketahuilah bahwa Umar pun sering menangis karena ia takut pada neraka!
Aku katakan kepadamu... Jenggot-jenggot itu, celana sebetis itu, jilbab super besar itu, cadar itu, atau bahkan sebuah baju gamis-mu itu, itu bukan jaminan bahwa kau mendapat Ridha-nya! Lantas atas dasar apa kau berjalan dengan sombong dimuka bumi seolah-olah kau adalah manusia suci?
Ah, maafkan aku, mungkin aku terlalu keras padamu, mungkin aku menghinamu, atau pula membuatmu marah dan tersinggung. Mungkin kau sudah panas dan mengatakan aku orang yang bodoh, ahlul bid’ah, fanatik, atau bahkan sesat. Ah terserah katamu saja, Maafkan aku, aku hanya ingin mengatakan beberapa hal untukmu.
Karena aku tahu, bahwa Islam bukan rahmatan lil salafiyyin, rahmatan lil ikhwanul Muslimin, rahmatan lil HTI, atau rahmatan lil tablighi..
Bukan rahmatan lil ikhwani atau rahmatan lil akhwati!
Juga bukan rahmatan lil andonesy, lil araby, atau lil filistinin,
BUKAN...!!
Tapi karena aku tahu, bahwa Islam adalah rahmatan lil ’Alamin.
Kau mungkin berkata, â€Isyhadu ana salafiâ€,
Atau berkata,â€Isyhadu ana ikhwaniâ€
Atau â€Isyhadu ana HTIâ€
Atau mungkin,â€Isyhadu ana tablighiâ€
Tidak, semata-mata tidak! Tak ingin aku berkata seperti itu!!! Tak ada secuil kebanggaan-pun didalam diriku untuk mengatakan â€hal bodoh†seperti itu!
Tapi dengarkanlah, aku akan dengan bangga mengatakan, â€Isyhadu Ana Muslimin†- Saksikan bahwa aku seorang Muslim.
Haadza sabiluna,
kalau kamu?