Kisah-Kisah.................. | |
- Orang yang banyak bicaranya janganlah kamu sangat mengharapkan akan kesedaran hatinya.
- Orang yang banyak makan janganlah kamu sangat mengharapkan akan kata-kata hikmah darinya.
- Orang yang banyak bergaul dengan manusia janganlah kamu sangat mengharapkan akan kemanisan ibadahnya.
- Orang yang cinta kepada dunia janganlah kamu sangat mengharapkan akan khusnul khatimahnya.
- Orang yang bodoh janganlah kamu sangat mengharapkan akan hidup hatinya.
- Orang yang memilih berkawan dengan orang yang zalim janganlah kamu sangat mengharapkan akan kelurusan agamanya.
- Orang yang mencari keredhaan manusia janganlah sangat mengharapkan akan keredhaan Allah daripadanya.
1. Sekurang-kurangnya ada 5 orang dalam dunia menyayangi anda dan sanggup mati karena anda. 2. Sekurang-kurangnya ada 15 orang dalam dunia ini menyayangi anda dalam beberapa cara. 3. Sebab utama seseorang membenci anda adalah karena dia ingin menjadi seperti anda 4. Senyuman dari anda boleh membawa kebahagiaan kepada seseorang, walaup un dia tidak menyukai anda. 5. Setiap malam ada seseorang mengingat anda sebelum dia tidur. 6. Anda amat bermakna dalam hidup seseorang. 7. Kalau bukan karena anda,seseorang itu tidak akan hidup bahagia. 8. Anda seorang yang istimewa dan unik 9. Seseorang yang anda tidak ketahui menyayangi anda. 10. Apabila anda membuat kesalahan yang sangat besar, ada hikmah sebaliknya . 11. Sekiranya anda merasakan anda dipinggirkan, pikirkan kembali ; mungkin anda yang meminggirkan mereka. 12. Apabila anda berpikir anda tidak mempunyai peluang untuk mendapatkan sesuatu yang anda ingini,mungkin anda tidak akan memperolehnya, tetapi sekiranya anda percaya pada diri sendiri lambat laun anda akan memperolehnya. 13. Kenanglah segala pujian yang anda terima. Lupakan segala maki, caci umpat cela. 14. Jangan takut untuk meluapkan perasaan anda; anda akan merasa senang bila seseorang mengetahuinya. 15. Sekiranya anda mempunyai sahabat baik, sempatkan untuk memberitahunya kepadanya bahwa dia adalah yang terbaik. Hanya semenit diperlukan untuk mendapat sahabat baik, sejam untuk menghargainya, sehari untuk teman tetap paling setia. Walaupun punya harta yang banyak, teman tetap paling berharga
*dari seorang teman
Kemarin siang saya mendapatkan sms agar mengikuti pelatihan kewirausahaan dari Bem Km IPB yang difasilitasi oleh kementrian koperasi dan ukm. Karena acaranya yang sangat baik serta amanah dari orang yang mengrim saya untuk ikut serta di sana maka saya menerima mendaftarkan diri di sana. Saat technical meeting diberitahukan agar peserta yang megikuti pelatihan ini adalah orang yang benar-benar komitmen dan akan berkonrtibusi dengan baik untuk selanjutnya. Acara pelatihan itu sendiri diadakan mulai 6 - 9 Desember yaitu Kamis ini sampai Minggu sore. Kita akan dikarantina di sebuah tempat, kemudian diberi pelatihan mulai dari materi, games, sampai survival, serta evaluasi-evaluasi terkait perkembangan kita. Saya sebenarnya merasa berat untuk meningglakan kampus selama empat hari kedepan. Maslahnya banyak tugas serta amanah yang mesti di selesaikan. Ada beberapa kuliah dan praktikum yang terpaksa harus ditinggalkan, walaupun nantinya kan ada dispensasi langsung dari WR III. Ada lpj kepengurusan yang mesti diselesaikan di hari jumat. Apalagi di hari sabtunya akan ada field trip ke Cibodas. Ditambah lagi saat saya pulang ke asrama ternyata akan ada rapat di jumat malam. Sampai pagi tadi sya masih bingung untuk memutuskan yang terbaik. Saya mencoba menyelesaikan semua tugas-tugas yang tersisa dan mendelegasikan ke orang lain, sebelum saya berangkat jam 8 pagi ini. Tiba-tiba jam 7, saya menerima sms yang mengabarkan bahwa pelatihan kewirausahaannya diundur sampai 10 - 12 Desember. Subhanallah, berarti saya masih bisa iklut praktikum ke Cibodas, rapat di asrama, menyelesaikan tugas serta amanah yang ada. Sungguh, skenario Allah itu sangat indah. Dan dengan ini kejadian tadi malam pun, penghitungan suara Pemira-E, menurut saya juga merupakan suatu skenario dari Allah. Ketika ketua bem Fahutan pada tahun 2007/2008 ke depan tidak berhasil kita menangkan. Padahal hanya selisih 12 suara. 312 dan 314. Itupun merupakan suatu skenario Allah yang indah. Jadi teringat ketika pertama kali mengikuti tot pai pertama kali. Di hari terakhir kita mendapatkan selembar kertas. Didalamnya akan ada dua kemungkinan tulisan, Barakallah... atau Jazakallah... Jika kita menerima Barakallah maka satu semester ke depan kita akan menerima amanah sebagai asistem pai, jika menerima Jazakallah berarti kita belum saatnya untuk menerima amanah tersebut. Jazakallah.....
setelah praktek pengenalan hutan (P3h) kemarin ada emapat hal lagi yang harus dilalui untuk menyelesaikan studi di IPB ini. 1. PKL 2. Penelitian 3. Seminar, dan 4. Sidang Rencananya setelah semester ini saya akan PKL sekitar bulan Feburari-April. Ada dua pilihan tempat PKL saya, beserta pertimbangan-pertimbangannya. Di tempat pertama, Kalimantan Selatan. Di sana keunggulannya kita dapat gaji 1,5 jt per bulan. Namun kelemahannya di sana kita mesti berada di sana selama 3 bulan dan lagi saya seperti kuran dekat dengan teman pkl saya. Sedangkan di tepat kedua, juga di Kalimantan. Cuma dua bulan sih tapi ga' dapat gaji . Cuma penginapan dan makan saja yang ditanggung. Tapi teman-teman di tim ini lebih dekat dengan saya. Baiknya gimana ya??
Klo bisa secepatnya. saya harus memutuskan ini sebelum hari Jumat besok.
Selepas isya, selesai pertemuan malam senin kemarin di alhurr, saya harus mengembalikan kunci ruangan yang saya pinjam kembali ke marboth. Sebenarnya saya sudah malas untuk melangkahkan kaki ke sana.
"Eh, kamu aja ya, yang ngembaliin kunci ini ke marboth." "Udah kamu aja yang balikin."
Ya sudah mau ga mau, kunci tersebut menti dikembalikan. Kalu terlambat sehari bisa kena denda. Akhirnya setelah ngobrol-ngobrol di teras alhurr, saya melangkahkan kaki ke marboth. Ternyata sebuah anugrah yang tidak terkira hadir. Rupanya di sana anak-anak marboth sedang menikmati banyak makanan yang dikirim dari perumdos. Oh, jadi ada keluarga di perumdos yang sedang walimahan dan mengirim makanan ke marboth. Trus, akhirnya saya ikutan makan juga di sana. hehehe..
"Lho, kok tumben ada Rio di sii?",kata salah seorang marboth. "He.he..he..", cuma bisa tersenyum sambil makan.
Di sana saya makan bareng bersama marboth yang lain. Rupanya kita tidak pernah tau rencana apa yang sudah Allah tuliskan bagi kita. Bener kata orang dulu kalo kita Silaturahmi akan menambah rizqi kita.
NANTIKAN ECOLIFE WITH BIKE
ON THIS NOVEMBER 
pReSeNtEd By: ASRAMA SYLVASARI IPB
Banyak buku yang membahas tentang menemukan cara atau gaya belajar serta bagaimana mengoptimalkannya. Atau kita juga telah banyak nanya orang-orang (yang dianggap) pintar di sekeliling kita.”Bagaimana sich cara kamu belajar.” Kemudian ada yang berhasil, alhamdulilah. Namun ga’ sedikit pula yang masih kebinungan (sampai saat ini, mungkin) dalam mengatasi hal ini. Kamis (7/6) kemarin, ’Ibaad feat Bem-E’ mengadakan Achievement Motivation Training (AMT) for UAS. Pada acara tersebut pembicara mengupas satu trik untuk mengetahui tipe gaya belajar seseorang dan cara belajar apa yang cocok. Caranya adalah dengan memberikan sebuah pertanyaan kepada teman kita secara tiba-tiba. Lalu lihat ke manakah bola matanya bergerak (secara spontan) saat menjawab pertanyaan tersebut. Jika: (1) Bola mata bergerak ke ’atas’ artinya: ia termasuk orang visual. Tips:belajar jangan dengan tulisan, tapi dengan gambar (misalnya mind-mapping) (2) Bola mata bergerak ke ’kanan/kiri’ artinya: ia termasuk orang auditori. Tips: kalo baca jangan di dalam hati, namun diucapkan agar terdengar. (3) Bola mata bergerak ke ’bawah’ artinya: ia termasuk orang kinestetik. Tips: kalo belajar jangan dengan perasaan, tapi dengan sentuhan seperti seorang dosen. Itu hanya sedikit tips. Namun ada yang lebih efektif lagi, yaitu dengan metode VAK (visual, auditori, kinestetik), mengkombinasikan ketiganya. Jadi, pada awalnya kita tandai hal-hal penting dan membuat mind-mapping ataupula catatan kecil. Kedua kita baca di depan cermin atau diucapkan secara keras. Ketiga diucapkan dan diajarkan ke orang lain. Insya allah, ujian kali ini bisa lancar dech. Tentunya jangan lupa berdoa juga.
Semoga diberikan ketenangan selama belajar dan mengerjakan ujiannya. Kelemahannya: Tips ini digunakan untuk mengetahui tipe belajar orang lain. Kalo ingin mengetahui tipe kita sendiri, kita harus menyuruh orang menggunakan cara ini kepada kita. Tapi ingat harus secara spontan.
Kemarin ada sms yang masuk ke hp saya. Isinya menyuruh saya agar mengumpulkan hasil laporan penyuluhan jam 3 sore ke depan dpm-e. Namun sms itu baru saya baca jam 3.15, karena saat itu saya sedang tidur (maklum, setelah pulang dari ujian praktikum genetika jam 12 itu saya sangat pusing. Seperti biasanya jika saya pusing sehabis ujian saya langsung tidur saja untuk menghilangkan pusing itu).
Kemudian saya sms balik dan mohon maaf karena baru dibalas. Kemudian saya harus mengantarkan laporan itu ke kostannya atau kalua ga tau tunggu di depas Hasna saja. Dan kalo sudah sampai di sana miscall atau sms aja.
Saya kemudian berangkat (setelah sholat asar tentunya) jalan kaki sampai depan pangkalan angkot. Saya bingung, "Di mana kostan Hasna ya?" Untung saja ada teman. Kemudian saya tanyakan saja lokasi kostan tersebut. Ternyata Hasna bukanlah nama KOstan, tapi nama sebuah toko di depan pangkalan angkot (masya allah, betapa selama ini saya kurang tanggap terhadap daerah sekitar).
Akhirnya saya tunggu saja di sana. Sambil menyelesaikan sedikit laporannya karena masih setengah jadi. Ketika saya buka tas, ternyata laporan itu tertinggal di asrama (astaghfirullah..!!!). Betapa cerobohnya saya ini.
Kemudian saya langsung pulang naik ojek dari belakang Gym. Trus ambil laporan itu dan kembali ke pangkalan angkot dengan naik sepeda. Lalu saya miscall teman saya itu, menyerahkannya, kemudian kembali ke asrama.
Ini bukan merupakan yang pertama kalinya saya ceroboh. Banyak sekali kecerobohan yang pernah saya lakukan. Pernah saya beli kabel infocus ternyata tipenya ga sesuai dengan infocus milik saya. Pernah juga bawa infocus, namun ga dicek dulu di kostan, sampai di tempat pemesan kabelnya ternyata rusak. Dan masih banyak yang lainnya.
Semoga saya tidak mengulang kecerobohan-kecerobohan saya ini lagi.
Tidak terasa
perjalanan hidup saya di dunia ini sudah menginjak pada tahun yang ke-21.
sungguh benar, bahwa perjalanan hidup ini hanya seperti seorang pengembara,
yang hanya digunakan untuk mengumpulkan bekal untuk “kehidupan yang lebih kekal”
nanti.
Kalau dilihat
perjalanan hidup selama ini terbagi menjadi dua sisi. Pertama saat saya berumur
0-8 tahun. Saat itu perjlanan terasa sangat menyenangkan. Kita hidup ceria
dengan masa kanak-kanak kita. Bermain kesana-kemari tanpa ada yang melarang. Bahkan
jika kita tidak bermain malah disuruh main oleh orang tua. Hidup dengan segala
suka cita dan cerianya.
Kedua, saat saya
berumur 8-20 tahun. Saat-saat itu adalah saat dimana kita sudah mulai
menentukan jalan hidup kita sendiri. Kita sudah mulai menginjak masa akil
baligh. Saat itu pengaruh lingkungan serta dunia luar menjadi lebih dominant. Kita
dituntut untuk mencari jawaban sendiri terhadap pertanyaan-pertanyaan yang
muncul kemudian. Dan saat itu pula perjuangan kita melawan segala cobaan,
rintangan, bahkan diri sendiri itu dimulai.
Kalu mau di-review
terhadap dua masa tersebut, maka yang terjadi adalah sebuah kemajuan pada masa
pertama dan sebuah naik-turun pada masa kedua. Saat masa pertama kita sellalu
diajarkan dan didiki oleh orangtua kita agar menjadi anak yang soleh serta
berguna di kemudian hari. Kita diajarkan solat, megaji serta adab dan etika
dalam berhubungan dengan siapa saja. Namun saat di masa kedua kita lebih banyak
mendengarkan diri kita sendiri, yang terkadang apa yang kita inginkan tersebut
belum tentu baik bagi kita. Jadilah banyak kenaikan dan kemunduran selama
proses tersebut. Kita banyak mencoba ini serta itu. Ya semua itu dalam rangka
mencari jati diri serta arti hidup ini.
Perjalanan hidup terus bergulir. Mungkin kita
akan menemui masa yang berbeda lagi dari saat-saat kemarin. Perubahan. Ya, kata
itu yang cocok untuk menggambarkan hidup kita selanjutnya. Jika memang
dirasakan hidup yang kemarin banyak kesalahan maka sudah saatnya kita untuk
berubah menuju kebaikan.
Ada dua kunci perubahan - Niat yang ikhlas karena Allah
- Semangat yang besar
jika keduanya mampu kita wuujudkan, maka perubahan kepada kebaiklan yang kita dambakan akan terwujud dengan baik. Insya al lah.dari Fahmi
Mungkin kita (termasuk saya sendiri) masih bertanya-tanya kenapa BUnga Bank itu dilarang? Padahal hal itu khan bisa menjadi "pasif income" bagi kita, kalo dah ga pensiun atau ga' kerja lagi? ------------------------- Jika kita nabung di bank kita akan mendapatkan bunga. Bunga di sini diadakan untuk menarik penabung. Dasarnya bunga itu harus - lebih besar dari inflasi
- lebih besar dari bunga di luar negeri (agar uang tidak keluar ke luar negeri)
- lebih besar (bersaing) dari bank-bank lainnya (agar bersifat kompetitif)
Kemudian intinya uang yang kita tabung itu "dipinjamkan" ke bank. Lalu oleh bank sendiri dipinjamkan lagi kepada para pengusaha, pedagang, ukm(usaha kecil menengah), dsb. Namun tidak semua orang bisa pinjam dengan mudah, bahkan sifatnya ketat (harus ada jaminanlah, usahanya punya prospek, dsb). Jika bisa meminjam ke bank (dengan segala kesulitannya), si Peminjam akan kena bunga pula. Bunga itu besarnya sama dengan bunga penabung + besar keuntungan bank. Kemudian ambil contoh jika yang meminjam pedagang,maka pedagang akan melakukan usahanya untuk mencukupi kebutuhannya serta mengembalikan bunga bank tersebut. Sehingga dalam usahanya pedagang/peminjam itu akan menaikkan harga barang untuk membayar bunga. Yang membeli barang adalah masyarakat konsumen. Kemudian konsumen merasakan bagaimana melambungnya harga-harga barang di pasaran. Begitu seterusnya, ekonomi berputar dan harga barang makin naik. Jika dilihat sebagian besar masyarakat kita adalah golongan miskin yang mencukupi kebutuhan hari ini saja tidak cukup, apalagi untuk menabung. Sedangkan orang-orang kaya di sana pastinya nilai konsumsi mereka tidak sebesar bunga yang didapatkan dari bank. Sehingga nilai uang mereka akan menambah terus. Sedangkan yang miskin akan terus kesulitan. Alhasil yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah miskin.
 | Huruf F | Mar 22, '07 12:30 AM for everyone |
 Dahulu sistem pendidikan di IPB pada tahun 80-an, menggunakan sistem paket. Di sana mahaiswa wajib mengambil mata kuliah sesuai paket tiap tingkatnya. Ketika sang mahasiswa tidak lulus pada satu mata kuliah (karena nilai yang kurang), maka ia wajib mengulang mata kuliah yang sama, dan tidak bisa naik ke tingkat selanjutnya. Sekaligus mendapatkan "Peringatan Pertama". Penilaian setiap mata kuliahnya hampir sama dengan sekarang. Menggunakan angka mutu berupa huruf. Hanya saja, perbedaannya adalah saat itu menggunakan angka huruf A, B, C, D, dan F. Tidak ada nilai E. Dan ketika seseorang mendapatkan nilai F maka ia wajib mengulang mata kuliah tersebut, tidak bisa naik tingkat, dan mendapatkan peringatan 1. Masalahnya adalah ketika sang mahasiswa sudah mengulang namun tetap mendapatkan nilai F, maka ia akan mendapatkan "Peringatan Kedua" yang berarti DO. Seringkali ketika pertama kali masuk kita bersama kawan kita. Namun ketika di tingkat dua atau tiga banyak sekali yang kena DO. Sampai-sampai saat itu, banyak mahasiswa yang Stress Berat atau istilah lainnya terjadi "Syndrome" ketakutan yang sangat ketika melihat Huruf F. Repotnya lagi di Bogor ini semua kendaraan plat nomor dimulai dengan huruf F, sehingga ketika mereka ke mana-mana menjadi stress. Akhirnya agar tidak terjadi banyak orang yang stress maka huruf F diubah menjadi huruf E untuk menunjukkan bahwa mahasiswa tersebut belum lulus pada mata kuliah tersebut.
wah, belakangan ini saya capek bangetz nih. ngurusin open recruitmen di asrama, serta setumpuk pekerjaan yang masih belum terselesaikan. malah hari ini dapat satu pertanyaan yang ga' bisa saya jawab. pertanyaaan yang bikin saya pusing, ampe sekarang.
doain aja ya, tetap semangat dan istiqomah.
 Pada kepengurusn DKM Ibaad tahun ni saya diamanahi untuk mengelola penyewaan infocus milik dkm. Sebetulnya saya tidak mau menerima posisi ini dengan alasan saya ga' punya hp sehingga ketika ada yang mau pinjam jadi ga' bisa. Alasannya komunikasinya jadi terhambat. "Ya udah nanti dibeliin hp deh...." Dan akhirmnya dibeliin juga. Maunya sih yang ada kamera dan bisa dengerin lagu... (becanda). tapi dapetnya malah N3310. ga pa2 deh yang penting bisa nelpon dan sms. itu dah cukup. Mulai saat ini sampai sekitar setahun ke depan, saya punya hp. Bisa dibilang hp dinas karena setelah pergantian nanti hp itu akan dikembalikan lagi.
 Belakangan ini, sekitar dua minggu ke belakang saya jadi sering dengerin nasyid. Ada beberapa stasiun yang biasa menampilkan lagu nasyid salah satunya di radio Agri FM, radionya komunitas IPB. Kalo di pagi hari Agri FM bekerja sama dengan DKM AlHurriyyah menyajikan suatu acara yang disebut Agri Islami. Di sini kita bisa kirim-kirim salam serta me-request nasyid yang kita suka. Selain itu juga ada pembahasan mengenai keislaman, yang insya allah bermanfaat. Acaranya itu mulai dari jam 6 sampai jam 7 pagi saja. Satu jam cukuplah untuk menyapa kawan-kawan 'saintis agri' serta mendengarkan nasyid favorit kita. Penyiarnya itu ada Han-han, Mba Yulia, dan Mba Retno. Katanya sih mau ada pemagangan buat jadi penyiar Agri islami ini. Tapi belum tau kapan. Jadi pengen. Tapi bingung juga, kalo setiap hari harus ngasih materi tausiah, materi apa yang mau disampaikan. ??? Selain di Agri Islami ini juga ada tiga stasiun radio lainnya Wadi Fm, Rias Fm, dan (satu lagi lupa). Kalu ketiga stasiun ini merupakan stasiun radio lokal di Bogor dan siarannya memang bertemakan islami.
Pagi ini saya baru habis dari poliklinik lagi. Biasa, habis periksa gigi. Ini adalah kali ketiganya. Sewaktu pemeriksaan yang kedua pada jumat kemarin, saya beritahu bahwa masih terasa ngilu pada gigi saya. Setelah diselidiki ternyata kuman2nya belum semua keluar. Masih ada pada sekitar gusi yang tidak terjamah karena letak gusi yang berdekatan. Sehingga tambalan kemarin harus dilepas dan ditambal ulang. Kemudian saya diminta sdatang kembali hari selasa ini.
Setelah ke sana saya informasikan bahwa keadaan gigi dan sekitarnya baik-baik saja. Tidak ada keluahan sedikitpun. Hanya terjadi rasa ngilu sedikit yang itu tidak berpengaruh nyata terhadap kondisi saya belakanagn ini. Kemudian dokter berkesimpulan bahwa sudah saatnya dibuat tambalan secara permanen. Oooo... jadi tambalan yang kemarin-kemarin itu hanya tambalan sementara saja toh.
Kemudian dilakukan kembali operasi dentist-force terhadap gigi saya. Dengan sandi penambalan permanen. Ternyata perlengkapan serta amunisi yang dikeluarkan sekarang berbeda dengan yang biasanya. Dikeluarkan lima buah suntikan dengan bermacam warna cairan kimia yang terkandung di dalamnya. Saya sudah merasa takut karena takut dilakukan suntikan terhadap gigi saya. Namun itu hanya sekedar disemprotlkan saja tidak sampai disuntikan. Selanjutnya dilakukan penyemenan yang membutuhkan waktu lama untuk menunggu smeen itu mengeras. Jadi deh saya membuka mulut saya sekitar 5 sampai asepuluh menit. Namun semua segera berlalu karena operasi dentist-force ini dilakukan oleh detasemen yang sudah handal dalam berbagai misi penaklukan dan penduidukan.
Saya tidak bisa memberi apa-apa kepada dua orang dokter yang telah mengobati saya. Hanya ucapan syukur pada ilahi serta rasa terima kasih yang tulus saya ucapkan. Terakhir kali saya ingin mengetahui siapa nama dokter tersebut. Dia adalah Ibu Drg. Titik Nurhayati dengan asistenya Mba Nani Febriyanti.
Terima kasih atas jasa-jasamu membebaskan ekosistem mulut saya dari bakteri jahat yang mengganggu. Engkau termasuk salah satu "orang yang berarti" dalam hidup saya ini.
Jazakallah khairan jaza.........
 | Cyber 24 | Jan 29, '07 12:33 PM for everyone |
wah, lama juga ya saya ga nulis di blog ini. sejak terakhir tanggal 18 kemarin sampai sekarang 29 januari, berarti dah 11 hari. soalnya internet di cyber disconnect. pusing juga. padahal kemarin itu seminggu ujian dah selesai. banyak cerita yang ingin ditulis sekaligus diposting ke sini, tapi mau gimana lagi. kaloa ngenet diluar kan harus bayar. minimal 2500 per jamnya. tapi kalo di cyber kita hanya perlu bayar 50rb per semester dan kita bisa dengan puas ngenet kapan aja. namun kalo lagi jam-jamnya rame, tidak dapat komputer, ya terpaksa pulang.tapi biasanya kita dah tau kapan-kapan aja cyber kosong atau masih sedikit pengunjungnya. kayaknya semster depan akan lebih banyak lagi yang daftar ke cyber untuk memanfaatkan fasilitas dari ipb ini. bagaimana ngak? 50rb untuk satu semester dan boleh main sepuasnya (asal dapet komputer aja...). cuman ada beberapa kekurangan di sini kita ga' bisa download lagu2 atau nasyid atau film2. trus kalo siang, ga bisa buka friendster. bagus sih emang tujuan utamanya buat belajar dan keperluan mahasiswa. namun klo di sini kecepatan koneksinya terasa lebih cepat dibandingkan dengantempat2 lain di sekitar ipb. ya iya lah. orang ini juga hasil kerjasama dengan jepang juga. jam bukanya di sini tadinya 24 jam (makanya namanya Cyber 24) tapi ga' tau kenapa jadi sampai jam satu malam aja. klo pagi bukanya jam 9 pagi. istirahat jam 12 - 01 siang. ada yang bisa nebak jamberapa aja cyber kosongnya??? yang jaga di sini juga ramah-ramah. klo pagi ada Mba Yuni sampai jam 3 sore. kadang juga ada anak smk 1 bogor klo ga salah yang ikut jaga. kata temen sih mereka itu sedang magang. Magang apa saya bilang? enak banget magang sambil ngenet gratis. biarin aja dah. dan klo sore ada mas... saya lupa namanya. lewat cyber ini saya bisa mengenal dunia serta diri sendiri. belajar mengenai kehidupan serta hal-hal lainnya.
Habis tidur siang kemrin, tiba-tiba saja gigiku nyut-nyutan. Emang udah terasa dari tadi malam, sakit ni terasa lagi. Tapi karena tadi pagi ga terasa sakit, saya ga' jadi ke poliklinik, padahal kemarin ga' ada ujian. Saya udah minuh ponstan, tapi rasa sakit itu masih ada. Tanya ke yang lain obatnya apa. Ada yang bilang Gramavit dan CTM, cari aja di apotek. Ada juga yang bilang daum belimbing muda dikasih asam terus digerus atau dikunyah. Saya coba cari di apotek ternyata ga dapet. Sampai di asrama, ditanyain kamu sakit apa? Sakit goigi. Baru sakit gigi udah merintih kesakitan kayak gitu. Orang di Palestina aja di-BOM. Gimana mau jihad. Wah subhanallah, bener saya bilang. Allahu akbar. Dalam sekejap rasa sakit itu hilang. Tapi kemudian kambuh lagi.
Pagi ini saya ikut menumpang mobil alumni yang akan berangkat kerja. Semalam beliau menginap di sini karena ada rapat sampai malam. Saya sendiri ingin merasakan saja naik mobil, karena ga' biasa-biasanya kan kita bisa naik mobil yang lumayan mewah. Tadinya ingin ikut sampai Bara saja. kemudian pulang ke asrama, sambil belajar. Udah siap dah tuh, beberapa lembar bahan ujian. Dengan memakai jaket, Topi, sendal jepit serta earphone di telinga sambil dengerin musik saya berangkat. Ternyata beliau tidak keluar lewat pintu utama. Beliau keluar lewat pintu belakang yang terusannya ke Danau Situ Burung, Cifor dan akhirnya ke terminal Bubulak. Menurut saya bagus sih, dan emang betul keputusan yang dipilih, karena biasanya Jalan Raya Darmaga Macet saat pagi hari. Saya turun di Bubulak saya lihat orang-orang sudah pada sibuk dengan aktifitasnya masing-masing. - ada supir angkot yang akan siap mencari penumpang
- ada bapak2 yang siap mencari uang
- ada anak-anak yang dengan riang siap berangkat ke sekolah
- ada rtukang sayur yang menjual sayurannya
- ada penjual makanan
- ada pula pemulung yang sudah siap mencari barang yang sudah dianggap tidak berguna namun masih berguna baginya
Jarang sekali saya melihat kondisi seperti ini, karena saya sendiri jarang melihat keluar saat matahari mulai menampakkan sinarnya. Terkadang masih terlelap tidur atau berada di asrama saja yang jauh dari hiruk pikuk keramaian. Masing-masing orang sudah sibuk dengan aktifitasnya masing-masing. Masing-masing dari mereka pun memiliki harapan yang ingin dicapai pada pagi ini. "Setidaknya hari ini menjadi lebih baik dari pada hari kemarin."
Bagi yang menuntut ilmu mendapatkan ilmu yang berkah dan bermanfaat. Bagi yang mencari rizki mendapat rizki yang halal.
Dan ketika pulang kembali ke rumah bisa membawa senyuman yang hangat kepada keluarga tercinta yang setia menunggu sampai pulang nanti sore. Saya terus melanjutkan perjalanan sampai depan Darmaga sambil menghirup segarnya udara dan santapan bahan ujian hari ini.
Kemarin baru aja dari walimahan seseoarang. Kami bertiga (Rio, Ulil Dadang) diberi budget Rp.150.000 untuk pergi-pulang sekaligus beli kado buat mempelai. Sewaktu pulang kami menghitung-hitung jumlah pengeluaran kami. Dadang yang menyebutkan Ulil yang menjumlahkan. Awalnya saya hanya diam aja. Namun semakin lama semakin besar nominal kalkulasinya dan saya mencoba ikut menjumlahkannya. Tapi saya salah, dan ada seorang perempuan (selanjutnya kita menyebut dia " the analitic girl" karena ga sempat kenalan siapa namanya) yang membenarkan hitungan saya. Itu sekali. Tapi sekali lagi dia membetulkan hitungan saya yang salah. Lalu saya bertanya, "Pernah ikut sempoa ya mba'?" "Ga, cuma ngasah otak aja." "Saya kira, pernah ikut ikut aritmatika." Memang karena kecanggihan teknologi, kita sudah jarang lagi menggunakan otak kita dalam menghitung. Kan sudah ada kalkulator. Satu yang penting di sini adalah mengasah otak. Kita jarang melakukannya. Menjaga Otak Tetap "Hidup" Kono, kemampuan otak itu tergantung pemiliknya. Kalu tidak sering digunakan, dilatih, apalagi tak dipakai sama sekali, kemampuan otak akan memelemah, bahkan bisa hilang. Berikut beberapa kiat untuk menjaga agar otak tetap "hidup". - Rajinlah membaca. Sempatkan membaca surat kabar, majalah, atau buku setiap hari.
- Pelajari hal-hal baru. Misalnya, belajar komputer, bermain alat musik tertentu, atau belajar bahasa asing tertentu. Lakukan sesuai minat anda.
- Kunjungi tempat atau daerah yang tidak pernah dikunjungi sebelumnya.
- Jangan segan-segan mengisi teka-teki silang, atau menjawab berbagai kuis yang ada di televisi, majalah, atau surat kabar.
- Usahakan memberi tanda pada kalender, terutama tanggal-tanggal yang anda anggap penting.
- Buatlah catatan pengingat, apapun yang hendak anda ingat.
- Membuat daftar (harian, bulanan) yang harus anda kerjakan.
- Cobalah untuk mengingat atau menghapal (nama orang, no hp, atau alquran)
Untuk mengingat nama orang, perhatikan ciri khas orang tersebut, agar informasi yang tersimpan dalam memori tidak terlalu banya, sehingga gampangmuncul kembali saat dibutuhkan. Untuk mengingat nomor telepon dan mobil, buatlah lagu sederhana dari nomor-nomor itu. Untuk menghapal Alquran, cobalah beri waktu dalam sehari untuk berkonsentrasi menghapalkannya. biasanya waktu sehabis subuh. Ga usah banyak2 cukup satu ayat per hari. - Simpan selalu barang-barang anda pada tempat yang sudah ditentukan.
- Komnsumsilah makanan bergizi dan bervitamin, terutama vitamin B12.
- Cobalah selau berkonsentrasi pada apa yang baru anda baca, dengar, atau lihat.
- Ucapkan hal-hal yang ingin anda ingat dengan suara lantang.
(sumber: majalah dindingnya Ferry Irawan, dari Intisari, dengan sedikit penambahan)
| |