Pagi ini saya baru habis dari poliklinik lagi. Biasa, habis periksa gigi. Ini adalah kali ketiganya. Sewaktu pemeriksaan yang kedua pada jumat kemarin, saya beritahu bahwa masih terasa ngilu pada gigi saya. Setelah diselidiki ternyata kuman2nya belum semua keluar. Masih ada pada sekitar gusi yang tidak terjamah karena letak gusi yang berdekatan. Sehingga tambalan kemarin harus dilepas dan ditambal ulang. Kemudian saya diminta sdatang kembali hari selasa ini.
Setelah ke sana saya informasikan bahwa keadaan gigi dan sekitarnya baik-baik saja. Tidak ada keluahan sedikitpun. Hanya terjadi rasa ngilu sedikit yang itu tidak berpengaruh nyata terhadap kondisi saya belakanagn ini. Kemudian dokter berkesimpulan bahwa sudah saatnya dibuat tambalan secara permanen. Oooo... jadi tambalan yang kemarin-kemarin itu hanya tambalan sementara saja toh.
Kemudian dilakukan kembali operasi dentist-force terhadap gigi saya. Dengan sandi penambalan permanen. Ternyata perlengkapan serta amunisi yang dikeluarkan sekarang berbeda dengan yang biasanya. Dikeluarkan lima buah suntikan dengan bermacam warna cairan kimia yang terkandung di dalamnya. Saya sudah merasa takut karena takut dilakukan suntikan terhadap gigi saya. Namun itu hanya sekedar disemprotlkan saja tidak sampai disuntikan. Selanjutnya dilakukan penyemenan yang membutuhkan waktu lama untuk menunggu smeen itu mengeras. Jadi deh saya membuka mulut saya sekitar 5 sampai asepuluh menit. Namun semua segera berlalu karena operasi dentist-force ini dilakukan oleh detasemen yang sudah handal dalam berbagai misi penaklukan dan penduidukan.
Saya tidak bisa memberi apa-apa kepada dua orang dokter yang telah mengobati saya. Hanya ucapan syukur pada ilahi serta rasa terima kasih yang tulus saya ucapkan. Terakhir kali saya ingin mengetahui siapa nama dokter tersebut. Dia adalah Ibu Drg. Titik Nurhayati dengan asistenya Mba Nani Febriyanti.
Terima kasih atas jasa-jasamu membebaskan ekosistem mulut saya dari bakteri jahat yang mengganggu. Engkau termasuk salah satu "orang yang berarti" dalam hidup saya ini.
Jazakallah khairan jaza.........